Bukti respon
Dari suara gratis sampai bermahar semua kami sediakan, jgn lupa pula baca artikel dan referensi, semoga bermanfaat dan semoga anda sukses selalu.aminn
Metode Pengairan, Ini Contohnya
Video ini merupakan video eksperimen yang dilakukan untuk menguji metode pengairan dan akhirnya berhasil
Usahakan air yang jatuh dapat dikendalikan dan gunakan hexausfan penghisap udara untuk menarik kelembapan dalam gedung, selain itu ventilasi juga harus bnyak.
Perhitungan Audio rumah burung walet sederhana
Ini contoh Rencana Anggaran Biaya untuk RBW 4*6 atau 5*7 untuk 3 lantai:
Ini hanya perhitungan sementara, harga bisa saja berubah kapan saja sesuai dengan harga satuan didaerah masing2.
METODE PENGAIRAN (SACA)
Metode Pengairan
Terinspirasi dari teman-teman kicau mania yang sering melakukan lomba bunyi burung sehingga saya bertanya, hal apa yang disukai burung, dan jawabannya pun sangat mengejutkan saya. Ternyata salah satu hal kesukaan burung adalah air. Kenapa bisa karena setiap hari para kicau mania memandikan burung dan melatihnya untuk mengeluarkan bunyi-bunyi yang merdu sambil mandi dibak bak air.
Selain itu kicau mania juga menggunakan suara rekaman bunyi air dan alam yang didapatkan di youtube untuk relaksasi burungnya. Setelah saya cari di youtube ternyata benar, banyak orang menggunakan suara air untuk relaksasi dan terapi burung. Pemahaman saya mengenai metode pengairan ini semakin bertambah, ternyata hampir semua burung itu menyukai air termasuk burung walet.
Pengaplikasian air di rumah burung walet ini digunakan untuk merangsang burung dan membuat walet bermain main sehingga mengeluarkan suara dan mengundang burung yang lain untuk berdatangan.
Namun metode ini masih belum sepenuhnya berhasil, karena masih ada efek dari pembuatan rain room (hujan dalam ruangan) yang kontruksi bangunan yang terbuat dari kayu akan segera lapuk dan juga metode ini hanya ramai diluar saja dan tidak sampai masuk kedalam,
Metode Pengairan ini juga cukup populer di Indonesia, banyak sekali petani penasaran dengan metode ini karena sangat dirahasiakan dan untuk mendapatkannya harus mengeluarkan dana yang lumayan banyak karena ilmu ini dianggap ampuh dan bisa membuat walet mengeluarkan suara aslinya.
Metode ini sangat banyak diminati oleh petani sejak pertama kali muncul di media sosial Youtube. Namun kebanyakan petani tidak mampu untuk menerapkannya karena faktor biaya dari mendatangkan pakarnya.
Melalui buku ini akan sedikit menjawab rasa penasaran para petani. Metode ini menggunakan air yang disemprotkan dengan menggunakan mesin pompa RO dan spuyer dengan 0,2 mm. Spuyer atau Nozzle ini dletakkan di bagian void dan LMB. Dibagian void itu di pasang di dinding void paling atas dan embun air akan jatuh kebah seperti air hujan.
Alat alat yang digunakan
TONTON VIDEONYA METODE PENGAIRAN
Contoh Alat Tonton Disini
Inilah yang menjadi kunci utama burung walet mau bermain main tanpa menggunakan suara panggil. Ini dipasang di void dan di LMB.
Untuk aplikasinya dan hasilnya sudah saya perlihatkan di channel youtube Master Walet dari segi penerapan dan reaksi walet jadi silahkan kunjungi channel ini kalau anda penasaran.
Saya hanya memperlihatkan contoh saja, silahkan kawan-kawan para petani memodifikasi dan mengembangkannya sendiri sesuai dengan gedung masing-masing. Walet tidak memandang merk dan tidak memandang harga, apapun alat yang digunakan yang penting bisa membantu perkembangan walet. Belum ada teori yang baku dan penelitian ilmiah yang resmi sejauh ini. Semoga bermanfaat untuk para petani.
Selain mesin diatas juga bisa menggunakan mesin pengabut yang sudah dirancang khusus untuk membantu memainkan suhun dan kelembapan. Untuk itu penulis menyarankan untuk menggunakan produk dari Audax yang yang sudah terbukti dan teruji serta menjadi andala para petani. Audax telah melakukan terobosan baru dengan menbuat mesin kabut. Berikut gambar dan spesifikasinya.
Mesin kabut ini sudah di produksi dan dipasakan hampir keseluruh penjuru Indonesia. Sangat mudah dan murah, banyak ready stok di toko toko online. Kenapa harus audax? Karena sudah teruji dan terbukti kualitasnya. Setiap petani walet pasti mengenal audax karena rata-rata perangkat yang digunakan itu dari audax.
Menurut Salah satu petani dari Kalimantan Tengah yaitu pak Toni pemilik salah satu RBW yang berusia 2 tahun sudah bisa panen 3 kilogram, hal yang harus diperhatikan adalah suara dan suhu dimalam hari. Kata beliau suhu dimalam hari harus terjaga tidak kurang dari 26 derajat, itulah kunci sukses beliau. Berikut bukti gambar gedung dan hasil panen.
Berikut Mesin Pompa yang direkomendasikan
Bisa Langsung Order Disini
Demikian Informasi yang bisa kita bagi, semoga bermanfaat, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Master Walet Channel di Youtube..
Salam perwaletan...
Wassalam
Menggunakan Aroma Walet
Menggunakan Aroma
Semakin maraknya dunia perwaletan kini semakin banyak pula inovasi dan teknik yang diterapkan didalam rumah walet salah satunya dengan mengunakan aroma-aroma yang dipercaya ampuh untuk membuat walet betah dan ada pula yang menganggap dengan aroma bisa membantu perkembangan rumah walet dengan cepat dibanding tidak menggunakan sama sekali
Air dari Putih telur dan sarang walet juga bisa digunakan sebagai parfum ruangan. Tinggal tambahkan dengan air secukupnya kemudia semprotkan keseluruh ruangan agar bau amisnya menyebar. Trik ini sudah dilakukan oleh salah satu pakar walet.
Selain cair juga ada dalam bentuk bubuk, hal ini untuk mempermudah pengiriman dan mengehemat biaya kirim.
SUARA TERBARU 2021
Hanya 300rb
Suara ini merupakan suara terbaru yang rilis di tahun 2021, ini merupakan suara pertama di tahun ini, DNA yang diambil dari Grand Eye dan suara lainnya membuat suara ini punya karakter baru.
Untuk harga sendiri, hanya 300rb saja dan itu pun sudah termasuk suara inap dan sudah dalam bentuk flashdisk.
Mengenai tata cara pembelian, silahkan langsung transfer ke Rekening
BNI 0346405426
BRI 106001010013507
Atas Nama Andi Muhammad Yahya
Untuk konfirmasi bisa ke WAB 082353281328
Dengan menyertakan Alamat seperti:
Nama:
Hp:
Alamat:
Desa:
Kec:
Kab:
Prov:
Note: Ongkos kirim bisa langsung atau COD
MENGGUNAKAN SUARA WALET MP3
TINGGI ANTAR LANTAI DAN SEKAT
STANDARISASI RUMAH BURUNG WALET
Desain dan Tata Ruang lantai 2
Tata Ruang RBW (Desain Lantai 1)
Perhatikan Desain dan Tata Ruang Rumah Walet
TATA CARA PANEN DAN TEKNISNYA
Panen
Usaha budidaya walet adalah usaha pembudidayaan walet di dalam gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga menyerupai gua yang merupakan habitat asli walet dengan tujuan mendapatkan hasil yang berupa sarang burung walet.
Pengelolaan yang di maksud dalam usaha budidaya walet adalah cara atau teknik yang digunakan dalam usaha budidaya walet. Sistem pengelolaan dalam usaha budidaya walet meliputi pemilihan lokasi, bentuk dan ukuran gedung, teknik memancing, pemeliharaan gedung, dan pemanenan.
Sarang burung walet dapat diambil atau dipanen apabila keadaannya sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. Jika terjadi kesalahan dalam menanen akan berakibat fatal bagi gedung dan burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola dan waktu pemanenan. Pola panen sarang burung dapat dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan beberapa cara, yaitu:
Panen Rampasan
Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tidak baik dalam pelestaraian burung walet karena tidak ada peremajaan. Kondisinya lemah karena dipicu untuk terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat. Kualitas sarangnyapun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur.
Panen Buang Telur
Cara ini dilaksanankan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan telurnya.
3) Panen Penetasan
Pada pola ini sarang dapat dipanen ketika anak-anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya. Sedangkan keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga populasi burung dapat meningkat.
Adapun waktu panen adalah:
a) Panen 4 kali Setahun
Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan. Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.
b) Panen 3 kali Setahun
Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.
c) Panen 2 kali Setahun
Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet.
SUHU DAN KONSTRUKSI GEDUNG
Suhu, Kelembaban dan Penerangan
Kondisi kelembapan, suhu, dan pencahayaan pada lingkungan mikro sangat menentukan keberhasilan upaya merumahkan walet dan seriti. Ketiganya harus selalu dipertahankan pada kondisi ideal. Bila ketiga faktor tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan hidupnya maka walet dan seriti enggan untuk singgah apalagi berkembang biak. Kelembapan ideal lingkungan mikro berkisar 80—954 dan untuk suhu antara 26—29O C. Suhu ideal untuk rumah walet ini umumnya diperoleh di daerah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpi. Semakin tinggi lokasi, sehunya semakin rendah. Kelembapan yang terlalu tinggi akan menyebabkan tumbuhnya jamur pada sirip dan menurunkan kualitas sarang walet, yaitu sarang menjadi kenyal dan berwarna kusam sampai hitam. Kelembapan yang terlalu rendah akan menurunkan kualitas sarang dan menyebabkan walet tidak mau kawin. Suhu yang tinggi membuat sarang walet cepat kering, mudah remuk, bentuknya kurang sempurna, dan berukuran kecil.
Untuk kebutuhan cahaya, walet dan seriti agak berbeda. Walet sangat menyukai tempat yang gelap sampai remang-remang. Gedung untuk kandang walet harus memiliki suhu, kelembaban dan penerangan yang mirip dengan gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban ± 80-90%.
Pengaturan kondisi suhu dan kelembaban dilakukan dengan:
Melapisi plafon dengan sekam setebal 20 cm
Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam gedung.
Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk “L” satu lubang, berdiameter 4 cm.
Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak terpakai.
Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar sehingga keadaan dalam gedung akan lebih gelap.
Bentuk dan Konstruksi Gedung
Umumnya, rumah walet seperti era mileneal untuk ukuran minimalis yaitu 4x8 meter dengan tinggi 12 meter, masing-masing lantai mempunyai tinggi 3 meter. Ada juga luasnya bervariasi dari 10x15 m2 sampai 10x20 m2. Makin tinggi wuwungan (bubungan) dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet. Rumah tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi.
Tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan bagian luar dari campuran semen. Bagian dalam tembok sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3:2:1 yang sangat baik untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara. Untuk mengurangi bau semen dapat disirami dengan aroma/ parfum yang sudah banyak di produksi di era mileneal ini.
Kerangka atap dan sekat tempat melekatnya sarang-sarang dibuat dari kayu- kayu yang kuat, tua dan tahan lama, awet, tidak mudah dimakan rengat. Jenis Kayu yang banyak digunakan para petani walet adalah kayu Kenanga dan kayu Meranti, Atapnya terbuat dari genting.
Gedung walet perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputar- putar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Jumlah lubang tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Letaknya lubang menghadap ke arah burung walet lewat dan dinding lubang dicat hitam.
KEGUNAAN SARANG WALET DAN LOKASI YANG BAIK
Kegunaan Sarang Walet
Sarang walet berkhasiat sebagai obat untuk kesehatan yang biasanya dikonsumsi dengan cara dicampur dengan obat atau makanan. Sarang walet kebanyakan dipercayai memiliki khasiat dan obat oleh mayoritas masyarakat Cina baik didalam maupun luar negeri.
Sarang walet dimanfaatkan untuk memperkuat kerja organ-organ tubuh terutama paru- paru, meningkatkan daya kerja syaraf, memperbaiki pencernaan, mengobati muntah darah, sakit batuk, kanker, menjaga vitalitas, meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbarui sel-sel tubuh yang rusak.
Sarangnya yang terbuat dari air liurnya (saliva). Sarang walet ini selain mempunyai harga yang tinggi, juga dapat bermanfaat bagi duni kesehatan. Sarang walet berguna untuk menyembuhkan paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran darah dan penambah tenaga.
Sarang walet harganya sangat mahal sehingga membuat banyak orang tertarik dan beramai-ramai mencoba peruntungan dibidang perniagaan sarang walet dengan membuat rumah-rumah walet buatan yang disesuaikan dengan lingkungan habitat aslinya. Teknik budidaya walet pada prinsipnya sama dengan setiap lokasi. Walet dapat di budidayakan di dalam gedung yang baru dibangun, di dalam rumah seriti, atau di dalam gedung walet yang sudah di pakai sebelumnya. Biaya membuat rumah walet cukup mahal dan biasanya waktu yang dibutuhkan hingga walet mau bertempat tinggal sekitar 3 tahun.
Sarang walet rumahan memiliki harga yang lebih mahal dari pada sarang walet dari alam dikarenakan memiliki mutu dan kualitas yang lebih bagus. Sarang walet rumahan memiliki warna yang lebih putih dan bersih dibandingkan sarang walet gua yang cenderung berwarna putih kekuningan dan bercampur dengan bulu-bulu yang menyebabkan berwarna hitam.
Persyaratan Lokasi
Dalam merencanakan gedung atau rumah walet perlu diperhatikan hal-hal seperti bentuk dan konstruksi rumah, bentuk ruangan dan jalan keluar masuk walet, cat rumah dan pencahayaan, kelembapan dan suhu ruangan, serta adanya tembok keliling gedung sebagai pengaman dari gangguan.
Ada beberapa faktor yang sangat penting untuk budidaya sarang burung walet, yaitu: lokasi, iklim, kondisi lingkungan, bentuk bangunan, faktor makanan serta teknik memancing walet. Semua faktor ini sangat penting untuk keberhasilan budidaya sarang burung walet. Di samping itu, gedung burung walet harus seperti gua liar karena itulah habitat asli burung walet.
Persyaratan lingkungan lokasi Rumah Burung Walet (RBW) adalah:
Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl. Pada umumnya, walet tidak mau menempati rumah atau gedung di atas ketinggian 1000 m dpl. Tempat yang paling ideal adalah dataran rendah dengan ketinggian di bawah 1000 dpl dengan suhu rata-rata 26Âșc.
Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi danperkembangan masyarakat. Pada umumnya, perkembangan tersebut dapat berdampak bagi kehidupan sriti maupun walet, misalnya kebisingan suara mesin, suara mesin, suara mobil, dan alat- alat pabrik, serta pemakaian insektisida dan sampah beracun dari pabrik yang banyak mematikan serangga, oleh karena itu daerah yang relatif murni dan alami paling tepat untuk tempat tinggal walet.
Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging karena burung tersebut sering membunuh burung-burung yang masih lemah sebagai makanannya. Jenis burung buas antara lain burung elang, alap-alap, dan burung rajawali.
Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan daerah yang paling tepat untuk berburu makanan bagi walet.
Suatu lokasi yang di sekitarnya banyak sriti. Hal itu menandakan bahwa daerah itu cocok dipakai untuk mengembangkan walet.
BURUNG WALET DAN JENIS LAINNYA
Burung Walet
Walet adalah burung penghasil sarang yang harganya sangat mahal. Sarang itu terbentuk dari air liur burung walet. Untuk mendapatkan sarang walet bernilai jual tinggi, maka perlu diketahui jenis walet yang dapat menghasilkan sarang yang berkualitas baik.
Burung walet merupakan burung pemakan serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Burung ini berwarna gelap, terbangnya cepat dengan ukuran tubuh sedang/kecil, dan memiliki sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing, kakinya sangat kecil begitu juga paruhnya. Burung walet mempunyai kebiasaan berdiam di gua-gua atau rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang sampai gelap dan menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berkembang biak.
Walet hanya keluar saat mencari makan dan tidak pernah menetap di tempat terbuka. Karenanya, burung ini juga sering mendapat julukan swifts atau burung layang-layang. Jika sedang istirahat, walet akan bergantung di sarang dengan cara mencengkramkan kuku kakinya yang tajam ke sarangnya. Namun, jika sampai jatuh ke tanah atau lantai, walet tidak dapat mengentakkan kakinya sebagai tumpuan sehingga lama-kelamaan burung ini mati kehabisan tenaga karena terus berusaha untuk terbang.
Sarang burung walet merupakan komuditas yang memiliki nilai jual sangat tinggi. Pengelolaan budidaya burung walet membutuhkan faktor fisik dan faktor non fisik dan merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Antara faktor satu dengan yang lainya harus saling mendukung. Faktor fisik meliputi topografi dan suhu. Aspek non fisik meliputi cara pengelolaan usaha budidaya walet. Rumah walet yang akan dibangun harus memenuhi persyaratan yang terutama yang berkaitan dengan penentuan tempat atau lokasi pembangunan rumah walet.
Menarik walet untuk datang ke gedung yang baru dibangun memang cukup sulit. Hal itu di karenakan walet belum mengenal lokasi tersebut dan merasa aman untuk menetap didalamnya selain itu di perlukan juga teknik tertentu untuk menarik walet. Pembangunan gedung walet baru di lokasi yang potensial juga diperlukan cara tertentu agar burung walet mau mendatangi gedung tersebut, menginap, dan bersarang di dalamnya.
Aspek lain yang juga sangat menentukan keberhasilan dalam usaha budidaya walet adalah cara pengelolaan. Usaha budidaya walet cara pengelolaan meliputi bentuk dan jenis gedung, teknik memanggil dan pemeliharaan serta pola pemanenan. Kepadatan penduduk juga merupakan hal yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha budidaya walet karena aktivitas yang di lakukan oleh manusia seperti kegiatan industri, lalulintas kendaraan, dan polusi dapat mengganggu habitat burung walet sehingga dapat membuat burung walet enggan membangun sarangnya di lingkungan yang ramai dan banyak aktivitas manusia. Aktivitas manusia merupakan penyebab utama terganggunya perkembangan populasi burung walet sebab aktivitas manusia secara langsung ataupun tidak langsung akan mengganggu serangga sebagai makanan walet.
Jenis
Spesies walet umumnya dibedakan berdasarkan ukuran tubuh, warna bulu, dan bahan yang dipakai untuk membuat sarang. Walet dan kapinis sering dikacaukan dengan sebutan burung layang-layang. Memang, kedua jenis burung tesebut gemar terbang melayang di udara sehingga dari jarak jauh sulit dibedakan. Walet berbeda sekali dengan kapinis meskipun keduanya memakan serangga terbang. Menurut
kalsifikasi walet termasuk ke dalam family Apodidae, kakinya lemah, tidak dapat bertengger sehingga dalam selang waktu terbangnya, kadang kala kapinis bertengger didahan pohon atau kabel listrik.
Burung dari kelompok Hirudinidae bersayap panjang, runcing, dan agak lurus. Pada umumnya, bulu berwarna biru kehitaman. Kakinya kuat serta berjari tiga ke depan dan satu ke belakang. Sarangnya di bangun dari tanah liat atau rerumputan yang di rekat dengan air liur. Lain halnya dengan burung dari kelompok Apodidae berkaki lemah melengkung dengan ekor rata-rata bercelah. Sarang di buat dari air liur atau ada tambahan lain, seperti bulu dan rerumputan yang direkat dengan air liur. Berdasarkan pembagian secara biologi burung walet terbagi atas:
Collocalia Fuciphagus (walet putih),
Collocalia gigas (walet besar),
Collocalia maxima (walet sarang hitam),
Collocalia brevirostris (walet gunung),
Collocalia vanikorensis (walet sarang lumut),
Collocalia esculenta (walet sapi).
Dari keenam jenis walet di atas tidak semua sarangnya dapat di konsumsi. Jenis walet yang menghasilkan sarang tidak dapat dimakan adalah walet gunung, walet besar, walet sarang lumut dan walet sapi. Sementara walet sarang hitam masih dapat dimakan sarangnya setelah telebih dahulu dibersihkan dari bahan lain yang terdapat di dalamnya. Walet putih menghasilkan sarang burung yang seluruhnya terbuat dari airl liur
-
Sudah ratusan tahun Indonesia berdagang sarang burung walet dengan Tiongkok. Produk asal Tiongkok itu sering ditukarkan dengan hasil bumi In...




















